Backup Data Menggunakan Aplikasi Komputer

3 05 2010

 

Banayak aplikasi yang dapat kita gunakan untuk melakukan backup dan restore data baik yang bawaan sistem operasi misalnya Windows dan juga aplikasi pihak ketiga ( third party ). Berikut disampikan beberapa aplikasi yang dapat digunakan.

a. Nero Start Smart / Nero Essentsials

Salah satu software backup yang cukup populer adalah Nero Start Smart. Fungsi utama Nero sebagai software burning CD sangat mempermudah keperluan backup. Aplikasi Nero Burning ROM merupakan software aplikasi untuk melakukan backup software komputer dengan cara melakukan transfer dan copy program / file dari PC ke media penyimpan CD atau DVD menggunakan periferal bantu yaitu CD Writer (CD-RW) atau DVD-RW. Kapasitas simpan dalam CD bervariasi antara lain: 180Mb, 650 Mb dan 750 Mb

sedangkan kapasitas simpan sebuah DVD adalah 4,7 Gb.clip_image002

Gambar 1. Aplikasi Nero Essentsials 9

b. Ntbackup.exe

Microsoft Windows XP memiliki fitur Ntbackup.exe, software bawaan Windows XP. Dalam beberapa kasus, penggunaan Ntbackup.exe sudah mencukupi untuk backup data. Ntbackup.exe dapat diakses dari menu Run, ketik: Ntbackup.exe. Dapat juga diakses dari Start menu  Accesesoris  System Tools  Backup. Seperti software-software windows lain, Ntbackup.exe sangat mudah digunakan, apalagi dengan fasilitas wizard yang disertakan. Proses restore data pun sama mudahnya. Tinggal ikuti saja langkah-langkah yang diberikan dan tunggu proses sampai selesai.

c. TuneUp Utilies

clip_image004Tune Up Utilities adalah software utilitas yang cukup familiar di kalangan pengguna komputer. Selain fungsi utamanya untuk melakukan perawatan PC, kostumisasi, tweaking, ia juga memiliki fitur untuk melakukan fungsi restore (Recovery) data yang telah di delete dengan memanfaatkan fitur System Restore, namun hasilnya belum tentu sama dengan sebelumnya dan fitur ini juga tergantung dari aktif atau tidaknya System Restore pada komputer pengguna. tapi juga versi sebelmnya.

Gambar 2. Tune Up Utilities 2009

d. Backup and Restore Center

Ini merupakan fitur bawaan dari Windows itu sendiri dan memiliki fitur yang tidak kalah dengan software backup dan restore data lainnya. Backup and Restore Center ini merupakan fitur backup dan restore data yang langsung dipaket dengan Windows dan Windows Backup and Restore terdapat pada Windows Vista ini merupakan pengembangan dari fitur backup dan restore pada Windows sebelumnya yaitu Windows XP ke bawah. Masing-masing fitur Windows Backup and Restore memiliki fiturnya sendiri yaitu sebagai berikut :

- Back Up Files : memiliki fitur penyimpanan data yang dapat dilakukan pada drive tertentu yang kita inginkan misalnya partisi lain, CD±RW/R, DVD±RW/R/R+DL, Bluray, dan network drive/folder.

- Restore Files : fitur yang dimiliknya adalah kita dimungkinkan untuk memilih backup file yang akan di-restore misalnya backup paling terakhir, backup paling lama dan backup dari komputer lain. Untuk folder atau tempat tujuannya dapat dikembalikan ketempat asalnya atau tempat lain yang ingin dituju.

- clip_image006Complete PC Backup : fungsinya adalah untuk mem-backup seluruh komputer (system file dan data-data lainnya) dimana kita seolah-olah membuat recovery data jika seandainya Windows bermasalah, kita dapat mengembalikan kondisi Windows seperti pada saat kita melakukan Complete PC Backup. Fitur ini juga digunakan untuk me-repair windows yang rusak dengan CD/DVD Windows.

Gambar 3. Windows Backup and Restore

e. Manual Backup

Untuk para pengguna komputer yang akan melakukan backup data, seelainmenggunakan software yang ada, bisa juga melakukan backup data secara manual dengan menggandakan file atau membuat duplikat file dan menyimpannya pada suatu tempat dan ini masih sangat rentan hilang atau terinfeksi virus atau dicuri orang baik secara langsung atau tidak langsung. Untuk pengguna yang sudah sedikit lebih tahu tentang virus, mereka akan membuat sebuah file yang terkompresi (*.rar, *.zip, *.zipx, *.7z dsb) karena sebagian besar virus tidak dapat memasuki atau menginfeksi file tersebut namun umumnya virus akan menyembunyikan file tersebut dan membuat duplikatnya dengan nama atau ukuran atau extensi yang berbeda dengan aslinya sehingga pengguna menjadi kebingungan untuk mencari file yang di-backupnya. Bagi pengguna yang menggunakan cara ini sebaiknya melakukan proteksi file yang dibackupnya dengan software keamanan misalnya Firewall, AntiVirus, Folder Lock, Pengenkripsi Data, dsb.

f. Backup Data Menggunakan Norton Ghost

Banyak solusi alternatif backup data, salah satunya yaitu menggunakan Norton Ghost. Norton Ghost merupakan aplikasi khusus untuk membackup data, baik backup harddisk secara keseluruhan maupun salah satu partisi harddisk saja yang selanjutnya disimpan sebagai image/file. Berikut langkah backup data dengan Norton Ghost, pada hal ini yang dibackup adalah drive C dimana Windows terinstal.

1. Burning file ISO Norton Ghost tersebut kedalam CD.

2. Install ulang windows Anda karena apabila Anda membuat backup data system operasi yang sudah tidak stabil/rusak akan percuma saja. Install ulang dahulu Windows Anda, jangan lupa install juga driver hardware serta program aplikasi yang sering Anda gunakan seperti aplikasi Office, pemutar audio video, aplikasi compress data, atau lainnya. Jangan instal semua, karena akan berdampak pada kapasitas harddisk yang Anda gunakan untuk menyimpan backup file, semakin banyak yang Anda install maka akan semakin besar pula kapasitas harddisk yang Anda gunakan untuk menyimpan file backup.

3. Setelah semua persiapan selesai, restart komputer Anda, dan booting melalui CD yang baru Anda burning.

4. Pilih Nomor 2 – Start BootCD untuk boot dari cd image Norton Ghost

5. Selanjutnya pilih Nomor 2 – Disk Clone Tools.

6. Pilih Nomor 2 – Norton Ghost.

7. Pilih Nomor 8 – Ghost (Normal).
Setelah ini biarkan saja proses berjalan secara otomatis, jangan memilih pilihan apapun.

8. Muncul jendela Norton Ghost, klik OK

9. Terdapat beberapa pilihan pada menu Local
Disk, untuk backup dan restore data satu harddisk; Partition, untuk backup dan restore data satu partisi; Check, untuk melihat kondisi dari suatu harddisk atau partisi.
Pada masing-masing pilihan diatas, baik yang Disk ataupun Partition, Anda akan menemui pilihan To Disk atau To Partition, backup/restore seluruh harddisk atau salah satu partisi harddisk; To Image, backup/restore ke image (*.gho, *.iso); From Image, backup/restore dari image ke harddisk atau ke suatu partisi harddisk.
Untuk backup data pilih saja Harddisk – To Image atau Partition – To Image, tergantung Anda mau membackup seluruh data harddisk atau salah satu partisi saja.

10. Muncul jendela Select Source, pilih harddisk Anda selanjutnya pilih partisi yang akan di backup (partisi dalam hal ini adalah drive C).

11. Simpan file image kedalam partisi selain drive C, beri nama file, setelah itu klik Save.

12. Muncul jendela peringatan Use Compression, pilih saja NO

13. Tunggu hingga proses selesai setelah itu restart komputer Anda.

Jangan pernah menghapus file ghost yang baru saja Anda buat, karena suatu saat pasti akan dibutuhkan untuk direstore kembali.

Restore Data Mengunakan Norton Ghost

Apabila dilain waktu terjadi sesuatu pada sistem windows komputer Anda, dan Anda merasa perlu untuk diinstall ulang lagi, ikuti step by step berikut untuk merestore file backup norton ghost yang sudah Anda buat sebelumnya pada langkah pertama dalam backup data menggunakan norton ghost, caranya :

1. Ulangi langkah nomor 3 – 8 pada proses backup data yang sudah dilakukan sebelumnya.

2. Masuk ke menu Local, Pilih Partition – From Image

3. Keluar jendela baru, arahkan kepada file Ghost yang sudah Anda buat sebelumya.

4. Akan diminta untuk memilih partisi mana yang akan menjadi tujuan dari restore file tersebut, dalam hal ini pilih saja partisi drive C (bila system windows Anda berada selain di drive C).

5. Tunggu hingga proses selesai, setelah itu restart komputer Anda.

g. Backup Data Menggunakan Program SAP

Berikut ini akan dijelaskan tentang prosedur back Up dan Restore dengan menggunakan program SAP. Backup berarti melakukan duplikasi seluruh data base dari semua arsip yang disimpan dalam SAP ke media lainnya (hardisk). Back Up dan Restore hany dapat dilakukan oleh pengguna yang mempunyai otorisasi untuk itu, sehingga tidak semua pengguna SAP dapat melakukan proses ini nantinya. Langkah melakukan back Up dari program SAP adalah sebagai berikut:

  • Dari menu awal program, klik pada menu pop-up Utilitas, kemudian klik Back Up.
  • Program selanjutnya akan menampilkan dialog back Up Data Sistem

Bulan : otomatis akan berisikan kode bulan saat melakukan back up
Tahun : otomatis akan berisikan kode tahun saat melakukan back up
Direktori Tujuan : Klik tombol Browse untuk menetukan ke direktori mana file hasil back up akan disimpan Pada contoh diatas file back up akan disimpan pada direktori d:\efs\backup

  • Klik tombol Back Up untuk menyelesaikan proses back Up. File hasil back up akan berupa file ZIP dengan penamaan NAMATAHUN_BULAN.ZIP (2001_06.ZIP). jika diurai dengan program WinZip, file ini berisikan seluruh file Data Base yang ada di server.

Restore

Langkah melakukan Restore dari program SAP adalah sebagai berikut:

  • Dari menu awal program, klik pada menu pop-up Utilitas, kemudian klik Restore.
  • Program selanjutnya akan menampilkan dialog Restore Data Sistem .

Bulan : isikan kode bulan file Back Up yang akan di Restore
Tahun : isikan kode tahun file Back Up yang akan di Restore
Direktori Asal : Klik tombol Browse untuk menetukan asal direktori file back up yang akan di Restore kembali.

  • Klik tombol Open maka direktori asal file back up akan masuk pada kolom Direktori Asal.
  • Pada contoh diatas file back up yang akan direstore berasal dari direktori d:\efs\backup.
  • Klik tombol Restore untuk menyelesaikan proses ini.

About these ads

Aksi

Information

2 responses

15 05 2010
Tom Clancys Splinter Cell

gile bener… nie info gan…pertamaxxx

14 04 2011
aguswirawan

makasih dan comment




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: