GARUDA PANCASILA SEBAGAI LAMBANG NEGARA

20 10 2010

 

  1. Latar Belakang Historis

Pada waktu UUD 1945 disahkan oleh PPKI tanggal 18 Agustus 1945, belum diputuskan dan dicantumkan ketentuan mengenai Lambang Negara dan Lagu Kebangsaan. Yang sudah ditetapkan baru Bendera Negara, yaitu Sang Merah Putih dan Bahasa Negara yaitu Bahasa Indonesia. Namun pada waktu itu sudah ada pula Lagu Kebangsaan Indonesia yaitu “Indonesia Raya” karangan Wage Rudolf Supratman. Sementara itu, untuk lambang Negara memang belum ada. Tapi tiap Negara biasanya mempunyai lambang, bendera, lagu kebangsaan, dan bahasa nasional sebagai identitas bangsa dan negaranya.

Membuat lambang yang mencerminkan sejarah, identitas, kepribadian, dan cita-cita bangsa bukanlah pekerjaan yang mudah. Sesuai dengan Konstitusi RIS 27 Desember 1949, maka pemerintah wajib untuk menetapkan lambang Negara. Oleh karena itu, pada awal tahun 1950 pemerintah membentuk Panitia Lencana Negara, yang diketuai Muhammad Yamin dan Sultan Hamid II sebagai salah seorang anggotanya, kemudian panitia tersebut mengadakan sayembara Lambang Negara. Menurut pasal 3 UUDS 1950 bahwa lambang Negara ditetapkan oleh pemerintah. Realisasi ini dilakukan dengan menerbitkan PP No.66/1951 tanggal 17 Oktober 1951, yang menetapkan Lambang Negara Indonesia adalah Garuda Pancasila.

  1. Arti dan Makna Garuda Pancasila

Lambang Garuda Pancasila mempunyai komponen sebagai berikut :

~ Seekor Burung Garuda yang berdiri tegak dengan mulut sedikit terbuka, mengembangkan kedua sayapnya dengan kepala menengok lurus kesebelah kanan.

~ Pada dada Garuda ada perisai atau tameng yang berbentuk jantung.

~ Sebuah pita putih yang sedikit melengkung keatas bertuliskan Semboyan “Bhineka Tunggal Ika” dicengkram kaki Garuda.

  1. Makna pada Wujud Burung

~ Garuda yang di gantungi perisai dengan memakai paruh, sayap, ekor, dan cakar, melambangkan tenaga pembangunan. Perisai atau tameng yang di kenal dalam kebudayaan Indonesia sebagai senjata dalam perjuangan mencapai tujuan dengan melindungi diri. Garis hitam ditengah-tengah melukiskan katulistiwayang melewati Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Irian. Semboyan Bhineka Tunggal Ika menggambarkan persatuan nusa nan banggsa Indonesia.

~ Tubuh Garuda yang berwarna kuning emas di maksudkan sebagai kebesaran bangsa dan keluhuran Negara.

~ Bulu-bulu yang ada pada Garuda melukiskan sendra sengkala hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

ü Bulu sayap berjumlah 17 helai.

ü Bulu ekor berjumlah 8.

ü Jumlah bulu di bawah perisai adalah 19.

ü Jumlah bulu kecil di bawah leher adalah 45.

  1. Makna Tameng yang Berbentuk Jantung

Tameng yang berbentuk jantung terbagi atas lima ruang, satu ditengah- tengah dan empat ditepi. Tiap ruang mempunyai simbol yang berbeda-beda. Adapun simbol dari makna masing-masing ruang itu adalah sebagai berikut :

~ Nur atau cahaya yang berbentuk bintang persegi lima, dilukiskan dengan warna kuning diatas warna dasar hitam, dan melambangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Simbol bintang adalah simbol kesucian dan kesakralan, dan dengan cahayanya bintang tersebut menerangi alam semesta, termasuk hidup manusia di dunia ini.

~ Rantai emas pada ruang kiri bawah tameng dilukiskan dengan warna kuning diatas warna dasar merah. Rantai emas ini melambangkan sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Rantai ini terdiri atas 17 buah, yaitu 9 buah bundar dan 8 buah peersegi, yang tersusun selang-seling dan bersambung tak putus-putusnya. Hal ini menandakan tiada putus-putusnya hubungan kemanusiaan dan tiada putus-putusnya hubungan antara bangsa yang satu dengan bangsa yang lainnya di dunia.

~ Pohon beringin di ruang kiri atas dilukiskan dengan warna hijau diatas warna dasar putih, yang melambangkan sila Persatuan Indonesia. Pohon beringin sebagai pohon yang besar dan rindang sudah biasa digunakan oleh masyarakat sebagai tempat pertemuan, berteduh, dan berlindung.

~ Kepala banteng di ruang kanan atas tameng dilukiskan dengan warna hitam diatas warna dasar merah, merupakan lambang sila kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Kepala banteng sering digunakan sebagai simbol kebesaran dan simbol perjuangan sebelum Indonesia merdeka.

~ Padi dan kapas pada ruang kanan bawah tameng dilukiskan dengan warna kuning diatas warna dasar hitam, merupakan lambang sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Padi merupakan lambang kecukupan makanan (pangan) dan kapas merupakan lambang kecukupan pakaian (sandang). Keduanya tersebut merupakan kebutuhan pokok manusia.

  1. Semboyan Bhineka Tunggal Ika

Semboyan ini dikemukakan oleh pujangga Mpu Tantular dalam bukunya Sutasoma untuk menunjukkan kerukunan kehidupan beragama pada waktu pemerintahan Hayam Wuruk di Kerajaan Majapahit. Ungkapan aslinya berbunyi : Siwatattwa lawan Buddhatattwa tunggal, bhineka tunggal ika, tan hana dharma mangrwa. Artinya : Agama Hindu dan Budha itu satu, berbeda tetapi satu jua, tidak ada ajaran agama yang mendua. Oleh karena itu semboyan ini diangkat menjadi lambang Negara.





Aliran Filsafat Pendidikan

20 10 2010

Empat mazhab filsafat pendidikan yang besar pengaruhnya dalam pemikiran dan penyelenggaraan pendidikan yaitu :

a. Esensialisme

Esensialisme merupakan filsafat pendidikan yang merupakan prinsip idelisme dan realisme secara eklektis. Berdasarkan ekletisisme tersebut maka esensialisme tersebut menitikberatkan penerapan prinsip idealisme atau realisme dengan tidak meleburkan prinsip-prinsipnya. Filsafat idealisme memberikan dasar tinjauan filosofis bagi mata pelajaran sejarah, sedangkan ilmu pengetahuan alam diajarkan berdasarkan tinjauan yang reslistik. Matematika yang sangat diutamakan idealisme, juga penting artinya bagi filsafat realisme, karena matematika adalah alat menghitung penjumlahan dari apa-apa yang riil, matteriil, dan nyata. Mazhab esensialisme mulai lebih dominan di Eropa sejak adanya semacam pertentangan di antara para pendidik seingga mulai timbul pemisahan antara pelajaran-pelajaran teoretik (liberal arts) yang meletakkan akal dengan pelajaran-pelajaran praktek (practical arts). Menurut mazhab esensialisme, yang termasuk liberal arts, yaitu :

~ Penguasaan bahasa termasuk retorika

~ Gramatika

~ Kesusastraan

~ Filsafat

~ Ilmu kealaman

~ Matematika

~ Sejarah

~ Seni keindahan (fine arts)

Dan untuk sekolah dasar (SD) kurikulumnya berintikan ketiga keterampilan dasar (basic skills) atau “The Threer’s” yakni membaca (reading), menulis(writing), dan berhitung (arithmatic). Pendidikan yang dikembangkan pada zaman Belanda di indonesia didasarkan atas mazhab esensialisme, sedangkan yang mengembangkan mazhab perenialisme adalah pihak swasta.

b. Perenialisme

Perenialisme hampir sama dengan essensialisme, yakni keduanya membela kurikulum tradisional yang berpusat pada mata pelajaran yang pokok-pokok( subject centered). Tetapi perenialisme lebih menekankan pada keabadian atau ketetapan atau kehikmatan ( perennial = konstan ) teori kehikmatan. Yaitu pengetahuan yang benar (truth), keindahan (beauty), dan kecintaan kepada kebaikan (goodness).oleh karena itu dinamakan perenialisme karena kurikulumnya berisi materiyang konstan atau perenial. Prinsip-prinsip pendidikannya antara lain :

~ Konsep pendidikan itu bersifat abadi, karena hakikat manusia tak pernah berubah.

~ Inti pendidikan haruslah mengembangkan keunikan manusia yaitu kemampuan berfikir.

~ Tujuan belajar ialah mengenalkan kebenaran abadi dan universal.

~ Pendidikan merupakan persiapan bagi hidup yang sebenarnya.

~ Kebenaran abadi diajarkan melalui pelajaran dasar (basic subjects) yang mencakup bahasa, matematika, logika, IPA dan sejarah.

Mazhab perenialisme memiliki penganut pada perguruan swasta di Indonesia, karena mengintegrasikan keberagaman agama dengan kebenaran ilmu. Karena kebenaran itu satu, maka harus adasatu sistem pendidikan yang berlaku umum dan terbuka kepada umum. Juga sebaiknya kurikulum bersifat wajib dan berlaku umum, yang harus mencakup bahasa, matematika, logika, ilmu pengetahuan alam, dan sejarah.

c. Pragmatisme dan Progresivisme

Manusia akan mengalami perkembangan apabila interaksi dengan lingkungan sekitarnya berdasarkan pemikiran. Sekolah adalah suatu lingkungan khusus yang merupakan sambungan dari lingkungan sosial yang lebih umum. Sekolah merupakan lembaga masyarakat yang bertugas memilih dan menyederhanakan unsur kebudayaan yang dibutuhkan oleh individu. Belajar harus dilakukan oleh siswa secara aktif dengan cara memecahkan masalah. Guru harus bertindak sebagai pembimbing atau fasilitator bagi siswa.

Progresivisme atau gerakan pendidikan progresif mengembangkan teori prndidikan yang berdasarkan diri pada beberapa prinsip, antara lain :

~ Anak harus bebas untuk berkembang secara wajar.

~ Pengalaman langsung merupakan cara terbaik untuk merangsang minat belajar.

~ Guru harus menjadi seorang peneliti dan pembimbing kegiatan belajar.

~ Sekolah progresif harus merupakan suatu laboratorium untuk melakukan reformasi pedagohis dan eksperimentasi.

Dengan belajar anak bertumbuh dan berkembang secara utuh. Karena itu, sekolah tidak mengajar anak, melainkan melaksanakan pendidikan. Pendidikan adalah untuk dapat hidup sepanjang hayat. Pendidikan bukan persiapan untuk hidup. Orang dapat belajar dari hidupnya, bahkan kehidupan itu adalah pendidikan

d. Rekonstruksionisme

Mazhab rekonstruksionisme adalah suatu kelanjutan yang logis dari cara berpikir progresif dalam pendidikan. Individu tidak hanya belajar tentang pengalaman-pengalaman kemasyarakatan masa kini di sekolah, tetapi haruslah mempelopori masyarakat ke arah masyarakat baru yang diinginkan. Dengan demikian, tidak setiap individu dan kelompok akan memecahkan masalah kemasyarakatan secara sendiri-sendiri sebagai ekses progresivisme.

Oleh karena itu, sekolah perlu mengembangkan ideologi kemasyarakatan yang demokratis. Keunikan mazhab ini ialah teorinya mengenai peranan guru, yakni sebagai pemimpin dalam metode proyek yang memberi perananan kepada murid cukup besar dalam proses pendidikan. Namun sebagai pemimpin penelitian, guru dituntut supaya menguasai sejumlah pengetahuan dan ilmu esensial demi pertumnuhan muridnya.








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.