Debat Cawapres

24 06 2009

debat cawapresDebat calon wakil presiden yang digelar di The Hall Senayan City, Jakarta, Selasa 23 Juni 2009 dinilai berjalan kaku. Pasalnya, moderator maupun ketiga cawapres yang tampil tidak menampilkan sebuah acara debat.

Pakar Komunikasi Universitas Indonesia Zulhasir Nasir mengatakan, kakunya jalannya debat sangat terlihat. “Dalam forum yang besar itu nampak sekali,” katanya ketika dihubungi Liputan6.com.

Debat berjalan tidak maksimal karena acara yang dimoderatori oleh Rektor Universitas Islam Negeri Jakarta Komaruddin Hidayat masih terlihat grogi. “Ada kekakuan di kalangan presenter,” kata Zulhasir.

Debat antara cawapres juga kurang greget. Menurutnya, hal itu disebabkan adanya rasa tenggang rasa antara sesama cawapres. “Karena mereka tahu publik tidak suka orang yang bermulut tajam,” imbuhnya.

Meski begitu, Zulhasir menilai debat kali ini lebih baik dibanding debat capres sebelumnya. Senada dengan Zulhazir, Direktur Eksekutif CENTRO Hadar Gumay mengatakan, debat cawapres kali ini lebih baikdari debat capres sebelumnya. “Ketiga cawapres lebih berani menunjukkan sikap berbeda,” kata Hadar. Mengenai moderator, Hadar mengatakan, Komarudin menjadi dinamisator perdebatan.

Anggota Komisi Pemilihan Umum I Gusti Putu Arta mengatakan, mengenai pertanyaan dalam debat diserahkan sepenuhnya kepada moderator. Begitu pula mengenai penyelengaraan acara dan jalannya perdebatan sepenuhnya diserahkan kepada stasiun televisi penyelenggara.


Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: