Semburan Lumpur Banten Berbeda dengan Sidoarjo

24 06 2009

Serang – Dinas Pertambangan dan Energi Banten meminta masyarakat di sekitar semburan lumpur di Desa Walikukun, Carenang, Serang, Banten, tidak panik karena semburan lumpur di daerah itu memiliki karakter berbeda dengan sembulan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jatim.

Menurut Kepala Bidang Pertambangan dan Energi Dinas Pertambangan dan Energi Banten, Eko Palmadi, mengatakan, semburan yang ditimbulkan oleh gas metan itu akan mengecil dan berhenti dengan sendirinya.

Peristiwa seperti itu, kata dia di Serang Senin, bukan kali pertama terjadi di Kabupaten Serang bagian utara karena daerah ini memiliki banyak kantong-kantong gas metan.

Sementara untuk menghentikan dengan menutup lubang semburan, menurut Eko belum memungkinkan karena semburannya masih kuat meski tidak setinggi ketika awal terjadi semburan yang mencapai 15 meter. Saat ini, semburan relatif kecil dan ketinggiannya hanya di bawah satu meter. Kemungkinan dua hari mendatang diharapkan sudah mengecil dan bisa dilakukan pengurugan atau penutupan pada galian sumur bor yang mengeluarkan gas metan tersebut.  Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah saat meninjau lokasi juga meminta masyarakat tenang dan bekerja seperti biasa, karena semburan lumpur dan gas ini tidak membahayakan.lumpur Banten


Aksi

Information

One response

24 06 2009
aguswirawan

jangan jangan kayak di Lapindo?




%d blogger menyukai ini: