Backup Data Pengguna

3 05 2010

Backup dapat diartikan sebagai proses membuat salinan data sebagai cadangan saat terjadi kehilangan atau kerusakan data asli. Backup merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan pengguna komputer untuk mengamankan data jika seandainya data tersebut suatu saat hilang. Backup memiliki pengertian membuat cadangan file dari file asli baik dilakukan secara manual dengan meng-Copy file tersebut dan menyimpannya pada tempat atau media lainnya atau dengan menggunakan software dari pihak ketiga Salinan data yang dibuat disebut dengan data backup. Backup juga dapat dikatakan sebagai cadangan, sedangkan backup software berarti file yang berisi sistem registrasi file untuk disimpan jika terjadi kehancuran pada software sehingga software yang sebelumnya sudah dibackupdapat dikembalikan kekondisi sebelum hancur/rusak. Pada teknologi informasi, backup mengacu pada menyalin data, dimana data tersebut merupakan data salinan yang dapat di restore kembali apabila ada data yang hilang. Data salinan tersebut biasa disebut dengan backup. Backup berguna untuk dua tujuan utama. Pertama, untuk mengembalikan (restore) data yang mengalami kerusakan akibat bencana alam (misalkan banjir, gempa bumi dll). Kedua, untuk mengembalikan file setelah mengalami kesalahan menghapus atau corrupt. Para pemakai memahami bahwa corrupt akan terjadi, hard drives akan gagal, motherboards rusak, dan kekeliruan dalam menghapus data. Maka diperlukan backup data. File yang merupakan salinan dari file-file yang masih aktif dalam database sebagai pelindung/cadangan bila file database rusak/hilang disebut backup file.

Manfaat dari proses backup diantaranya dapa disebutkan sebagai berikut.

a. Mengembalikan kondisi suatu sistem komputer yang mengalami kerusakan atau kehilangan data

b. Mengembalikan suatu file yang tanpa sengaja terhapus atau juga rusak.

Beberapa metode backup data yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Menyalin file (copying files)

Membuat salinan file merupakan cara mudah dan banyak digunakan untuk melakukan backup. Hal ini berarti fungsi dasar yang termasuk dalam semua software backup dan semua Sistem Operasi.

2. Mengidentifikasi perubahan (identification of change)

Beberapa filesystem memiliki archive bit untuk masing-masing file yang disebut dengan recently changed (perubahan yang terakhir). Beberapa software melihat dari tanggal dari sebuah file dan memadatkannya (compress) sebagai backup terakhir.

3. Block Level Incremental

Beberapa metode backup yaitu dengan menyimpan blok perubahan di dalam sebuah file. Tetapi hal ini membutuhkan level tinggi antara filesystem dengan software backup.

Sistem Backup

Sistem backup sendiri terdiri dari beberapa metode diantaranya adalah sebagai berikut.

– Encription.

Encription adalah metode yang digunakan untuk mengamankan data dari kemungkinan pencurian data, dimana data yang dienkripsi diberikan tambahan sistem keamanan sehingga selain pengguna, pihak lain tidak akan dapat membuka file tersebut. Hal ini dapat diaktakan, mengubah data menjadi kode – kode tertentu yang sulit untuk dimengerti dan hanya own filws atau administrator yang mengetahui isi file yang bersangkutan sehinggan keamanan file lebih terjamin.

– Duplication.

Duplikasi merupakan metode yang digunakan untuk menggandakan file atau data yang dimaksudkan dan menyimpannya pada device atau pada tempat lain. Dengan adanya duplikasi file, maka kita mempunyai cadangan file yang sangat berguna apabila file kita di salah satu storage mengalami kerusakan atau hilang sehingga masalah tersebut bisa teratasi.

– Compression.

Compression adalah metode dengan cara memadatkan file atau data sehingga ruang yang di butuhkan pada media penyimpanan data lebih sedikit dari defaultnya. Dengan kompresi, ukuran file akan menjadi lebih kecil sehingga dapat menghemat pamakaian ruang harddisk sehingga pemakaian kapasitas harddisk dapat dimanagement dan dihemat.


Aksi

Information

2 responses

3 05 2010
14 04 2011
aguswirawan

makasih atas kunjungannya. dan salah kenal juga




%d blogger menyukai ini: