Membangun File Server

3 05 2010

 

Salah satu fungsi server yang sangat penting dan umum digunakan pada berbagai perusahaan adalah fungsi file server. Fungsi ini biasanya menggunakan Windows Server meski sebenarnya sebagian besar fungsi server tersebut bisa digantikan oleh Linux dengan konfigurasi yang tidak terlalu sulit. Salah satu kendala dalam mengelola, memelihara dan mengamankan file-file document adalah data yang tersebar di banyak komputer. Hal ini menyebabkan kesulitan untuk membackup, mengamankan dari akses orang lain, dan mencegah dari serangan virus. Untuk mengatasi hal tersebut, sebaiknya kita membuat file server untuk memudahkan membackup, mengamankan dan mencegah serangan virus, karena file-file document tersebut disimpan secara terpusat di server. Seiring dengan adanya trend migrasi opersting system, maka sebagian besar server yang digunakan diberbagai bidang misalnya sebuah perusahaan lebih cenderung menggunakan Linux sebagai sistem operasi server dengan berbagai konfigurasi yang tidak terlalu sulit jika kita mau terus belajar dan berlatih secara otodidak melalui berbagai sumber atau mengikuti pelatihan. Denag berbagai hal yang dapat kita bangun sendiri, tentunya konfigurasi terbaik akan didapatkan misalnya keamanan yang tinggi.

Mengenal File Server

File server merupakan jantung dari kebanyakan jaringan merupakan komputer yang sangat cepat, mempunyai memori yang besar, harddisk yang memiliki kapasitas besar, dengan kartu jaringan yang cepat. Sistem operasi jaringan juga tersimpan disini, juga termasuk didalamnya beberapa aplikasi dan data yang dibutuhkan untuk jaringan. Sebuah file server bertugas mengontrol komunikasi dan informasi diantara node/komponen dalam suatu jaringan File server merupakan salah satu fungsi atau service atau layanan yang diberikan oleh server kepada client untuk memberikan pelayanan pengolahan file pada server misalnya manajemen file, menyimpan dan mengambil data, FTP Server dsb.Dengan file server memungkinkan pengguna untuk melakukan pengolahan file pada server selain melakukannya pada PC yang digunakan.

Selain itu file server dapat diartikan sebagai komputer yang dipasangkan pada LAN dan menjalankan Network Operating System ( NOS ). Sistem ini menyebabkan file server mengatur komunikasi diantara workstation yang berhubungan dengannya melalui LAN serta mengatur sumber daya bersama yang ada pada file server, misalnya harddisk storage dan printer, serta sumber daya lainnya yang dapat dibagi pakai. File server bisa menjadi dedicated yaitu komputer yang tak hanya sebagai file server , atau non-dedicated server yaitu komputer utama yang menjalankan LAN NOS ( Network Operating System ) untuk tugas lain secara bersamaan misalnya sebuah workstation.

Karakteristik

Sebuah file server bertugas mengontrol komunikasi dan informasi diantara node atau komponen dalam suatu jaringan. Terlihat bahwa tugas file server sangat kompleks, file server juga harus menyimpan informasi dan membaginya secara cepat. Sehingga minimal sebuah file server mempunyai beberapa karakter seperti disampaikan berikut. Ini dapat dikatakan sebagai hal yang diperlukan dalam membangun file server untuk keperluan device atau perangkat keras yang diperlukan. Keperluan yang dimaksud berupa spesifikasi minimal yang harus dipenuhi oleh sebuah komputer sever agar dapat difungsikan sebagai file server. Adapun syarat hardware yang harus dipenuhi yaitu:

ü Processor minimal 166 megahertz atau processor yang lebih memilki kecepatan lebih tinngi.

ü Sebuah Harddisk yang cepat dan berkapasitas besar atau kurang lebih 10 GB atau lebih. Karena fungsinya sebagai disk server tentunya kapasitas harddisk diusahakan besar singga dapat memenuhi tuntutan jaringan dalam hal penyimpanan file dalam jaringan.

ü Sebuah RAID (Redundant Array of Inexpensive Disks).

ü Sebuah tape untuk back up data contohnya DAT, JAZ, Zip, atau CDRW.

ü Mempunyai banyak port network.

ü Kartu jaringan yang cepat dan mempunyai reliabilitas kerja.

ü Kurang lebih kapasitas 32 MB memori.

ü Contoh Penerapan : Sebagai contoh mengelola pengiriman file database atau pengolah kata dari workstation atau salah satu node, ke node yang lain, atau menerima email pada saat yang bersamaan dengan tugas yang lain. Contohnya penerapan Samba Server pada openSUSE sebagai File Server tanpa PDC/OpenLDAP.

Selain kebutuhan perangkat keras, dalam membangun sebuah file server juga diperlukan perangkat lunak atau software berupa sistem operasi dan juga program yang diperlukan dalam membangun file server tersebut. Sistem operasi yang digunakan sebagai file server cukup banyak, baik dari flatform Windows maupun Linux /Unix. Berikut beberapa varian atau flatform sistem operasi yang dapat kita gunakan dan manfaatkan untuk membangun file server.

ü Microsoft Windows 2000 Server

ü Microsoft Windows 2003 Server

ü Microsoft Windows 2008 Server Longhorm

ü Microsoft Windows NT

ü Linux Operating System

ü Unix Operating System

ü IBM OS/2 Operating System

ü Free BSD.

Sedangkan aplikasi server yang sering digunakansebagai file server yang cukup terkenal adalah Samba. Kita dapat menggunakan aplikasi flatform Linux ini untuk membangun sebuah file server dengan menggunakan basis Linux. Selain pada Linux pada Microsoft Windows Server Edition kita dapat membangun file server secara langsung tanpa perlu aplikasi tambahan, misalnya membangun file server dengan menggunakan home direktori pada Windows Server 2000. Untuk membangun file server biasanya orang menggunakan platform Windows ataaupun Linux. Namun Linux memilki kelebihan yaitu open source dan keamanan yang lebih baik. Selanjutnya saya sedikit menyampaikan mengenai Samba sebagai file server.

Samba

Samba merupakan serangkaian aplikasi Unix yang berkomunikasi dengan protokol

Server Message Block (SMB), yang dikembangkan oleh Andrew Tridgell yang sampai saat ini banyak dibantu oleh para programmer d internet dengan tetap di supervisi oleh Andrew Tridgell. SMB adalah protokol komunikasi data yang juga digunakan oleh Microsost dan IBM OS/2 untuk menampilkan fungsi jaringan client-server yang menyediakan sharing file dan printer serta tugas-tugas lainya yang berhubungan.

Samba server memungkinkan komputer-komputer Unix/Linux melakukan sharing file

dan printer dengan komputer flatform Windows bukan hanya dengan komputer-komputer Unix/Linux sendiri. Beberapa fungsi yang disediakan Samba server yaitu:

ü Sharing file/direktori antar Unix/Linux dengan windows client

ü Sharing printer pada Samba server dengan windows client

ü Memudahkan proses network browsing

ü Menydiakan proses Autentikasi komputer Windows client ketika login ke Windows domain

ü Menyediakan dan membantu proses netbios name resolution dengan Windows Internet Name Service (WINS) name-server resolution

Sebagaimana telah disebutkan bahwa Samba merupakan serangkaian aplikasi yang juga

meliputi aplikas client maka samba juga menyediakan tools client untuk

memungkinkannya user-user pada sistem Unix/Linux mengakses direktori dan printer

yang terdapat pada sistem Windows dan Samba server melalui jaringan. Selain tools client, pada Samba juga terdapat beberapa aplikasi server diantaranya yaitu smbd dan nmbd.

ü Smbd adalah aplikasi server atau daemon yang menangani proses sharing file/direktori, printer, dan proses autentikasi dan otorisasi dengan SMB client.

ü Nmbd adalah aplikasi server atau daemon yang mendukung Netbios name service dan WINS , yang juga membantu proses network browsing pada windows client.

Samba didistribusikan sebagai aplikasi open source dengan lisensi GPL (GNU Public

License). Sampai saat ini Samba telah sampai pada versi 3.0.14a.

Konfigurasi Samba sebagai File server dan PDC

Sebelum kita mengkonfigurasi Samba sebagai file server, kita harus menginstal Samba terlebih dahulu. Untuk mendapatkan source code Samba kita dapat mendownload pada office sitenya di http://www.samba.org/. Setelah mendapatkan kode sumber Samba selanjutnya lakukan tahapan ekstrak, konfigurasi, kompilasi dan instalasi Samba. Untuk selanjutnya kita akan melakukan konfigurasi Samba server agar dapat menjadi File server dan PDC (Primary Domain Controller). Sebenarnya konfigurasi samba tidak hanya untuk sebatas itu tetapi kita memfokuskan konfigurasi Samba server sebagai File server dan PDC , yaitu dimana setiap user (user sistem Linux yang terdaftar sebagai user Samba server) akan memiliki folder atau direktorinya masing-masing di Samba server (sistem Linux) yang dapat diakses dari jaringan melalui komputer Windows. Dan juga setiap user dapat logon ke domain melalui komputer

Windows yang manapun dalam jaringan Windows tersebut, dimana proses autentikasi dan otorisasinya disediakan oleh Samba server sebagai domain controller utama dalam

domain tersebut. Di samping itu setiap user Samba yang login melalui komputer

Windows (Windows NT/2000/XP) akan memiliki profile yang tersimpan pada Samba

server sehingga ketika user tersebut berhasl login ke domain melalui komputer lainnya

akan selalu menggunakan profilenya yang sudah tersimpan pada Samba server, hal ini

akan memudahkan user mengakses file dan direktori nya dari manapun dalam jaringan

dan tetap serasa pada komputernya sendiri meskipun logon ke domain melalui komputer yang berbeda.

Untuk maksud tersebut maka kita perlu melakukan konfigurasi Samba. Untuk konfigurasi Samba dapat kita lakukan dengan mengedit file konfigurasi Samba yang sudah ada pada direktori /usr/local/samba/lib, tetapi jika pada direktori tersebut pada saat instalasi tidak ada (tidak dibuatkan) maka kita harus membuatnya sendiri atau bisa juga mencontoh dari konfigurasi default. Untuk itu kita buat file konfigurasi Samba yang kita letakkan dalam direktori /usr/local/samba/lib dengan nama file smb.conf. Isi file smb.conf untuk skenario dalam artikel ini adalah sebagai berikut:

[global]

netbios name = agusfumi

workgroup = compaq

encrypt passwords = yes

domain master = yes

local master = yes

preferred master = yes

os level = 65

security = user

domain logons = yes

logon path = \\%L\profiles\%u\%m

logon drive = H:

logon home = \\%L\%u\.win_profile\%m

time server = yes

add user script = /usr/sbin/useradd -d /dev/null -g 100

-s /bin/false -M %u

[netlogon]

path = /usr/local/samba/lib/netlogon

writable = no

browsable = no

[profiles]

path = /usr/local/samba/lib/roaming

browsable = no

writable = yes

create mask = 0600

directory mask = 0700

[homes]

read only = no

browsable = no

guest ok = no

map archive = yes

Pada file konfigurasi samba server tersebut tediri dari konfigurasi global yang ditandai

dengan [global]. Pada section konfigurasi global terdapat parameter netbios name ,

parameter ini menentukan nama host Samba server dalam contoh ini kita beri nama agusfumi. Parameter workgroup menentukan nama workgroup atau domain dimana Samba server berada, dalam contoh ini kita beri nama workgroup/domain dengan compaq. Agar Samba server menjadi master browser maka parameter domain master, local master dan preferred master di set yes. parameter OS level diset dengan angka 65 (biasanya diset dengan angka lebih besar dari OS level sistem lainnya dalam domain) untuk memenangkan pemilihan master browser dalam domain. Parameter security diset dengan nilai user agar Samba server memerlukan username dan password dalam mengakses Samba. Agar samba server menangani proses logon ke domain maka parameter domain logon diset yes. Parameter berikutnya yaitu logon path , parameter ini mengatakan kepada Samba server dimana samba harus meletakkan roaming profile dari sistem Windows NT/2000/XP. %L dan %U akan diganti oleh Samba server dengan nama server Samba dan nama user yang akan logon domain. Sedangkan %M oleh samba akan diganti dengan nama komputer (netbios name) client yang digunakan oleh user untuk logon ke domain. parameter logon drive = H: , artinya home directory user yang ada pada Samba server akan di mapping sebagai drive H: pada komputer client. Parameter logon home didefinisikan untuk menunjukan lokasi home directory dan roaming profile sistem Windows 95/98/ME.

Pada file konfigurasi Samba juga terdapat tiga buah share atau section konfigurasi, yaitu

netlogon, profiles, dan homes, yang masing-masing share ditandai dengan [netlogon],

[profiles], [homes]. Pada share atau section [netlogon] tedapat beberapa definisi parameter. Parameter path menentukan lokasi direktori share netlogon, pada contoh ini penulis mendefinisikan parameter path dengan /usr/local/samba/lib/netlogon. Direktori netlogon ini nantinya akan menjadi repositori script atau file yang akan dieksekusi pada saat logon ke domain yang biasanya disebut dengan logon script. Masih pada share netlogon, parameter writable = no, menyebakan user tidak dapat menulis ke directori

/usr/local/samba/lib/netlogon. Dan parameter browsable = no, parameter ini menyebakanuser tidak dapat melihat share tersebut. Share berikutnya yaitu [profiles] , share ini digunakan oleh Windows NT/2000/XP untuk menyimpan roaming profile. Pada share terdapat parameter path yang menunjukkan lokasi direktori pada Samba server yang nantinya digunakan untuk menyimpan roaming profile setiap user yang logon ke domain dari komputer client dengan sistemWindows NT/2000/XP .

Share lain berikutnya yaitu [homes], share ini menunjukkan home direktori user pada

samba server yang hanya akan tampak oleh user masing-masing. Share ini diperlukan

agar parameter logon home dan logon drive berfungsi.

Kesimpulan

Berdasarkan apa yang telah disampikan, untuk membangun file server diperlukan barbagai komponen baik hardware untuk server, software sistem operasi server dan aplikasi server, dan konfigurasi sistem operasi dan aplikasi agar pada nantinya dapat berfungsi sebagai file server dalam jaringan baik Platform Windows maupun Linux.


Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: