Aliran Filsafat Pendidikan

20 10 2010

Empat mazhab filsafat pendidikan yang besar pengaruhnya dalam pemikiran dan penyelenggaraan pendidikan yaitu :

a. Esensialisme

Esensialisme merupakan filsafat pendidikan yang merupakan prinsip idelisme dan realisme secara eklektis. Berdasarkan ekletisisme tersebut maka esensialisme tersebut menitikberatkan penerapan prinsip idealisme atau realisme dengan tidak meleburkan prinsip-prinsipnya. Filsafat idealisme memberikan dasar tinjauan filosofis bagi mata pelajaran sejarah, sedangkan ilmu pengetahuan alam diajarkan berdasarkan tinjauan yang reslistik. Matematika yang sangat diutamakan idealisme, juga penting artinya bagi filsafat realisme, karena matematika adalah alat menghitung penjumlahan dari apa-apa yang riil, matteriil, dan nyata. Mazhab esensialisme mulai lebih dominan di Eropa sejak adanya semacam pertentangan di antara para pendidik seingga mulai timbul pemisahan antara pelajaran-pelajaran teoretik (liberal arts) yang meletakkan akal dengan pelajaran-pelajaran praktek (practical arts). Menurut mazhab esensialisme, yang termasuk liberal arts, yaitu :

~ Penguasaan bahasa termasuk retorika

~ Gramatika

~ Kesusastraan

~ Filsafat

~ Ilmu kealaman

~ Matematika

~ Sejarah

~ Seni keindahan (fine arts)

Dan untuk sekolah dasar (SD) kurikulumnya berintikan ketiga keterampilan dasar (basic skills) atau “The Threer’s” yakni membaca (reading), menulis(writing), dan berhitung (arithmatic). Pendidikan yang dikembangkan pada zaman Belanda di indonesia didasarkan atas mazhab esensialisme, sedangkan yang mengembangkan mazhab perenialisme adalah pihak swasta.

b. Perenialisme

Perenialisme hampir sama dengan essensialisme, yakni keduanya membela kurikulum tradisional yang berpusat pada mata pelajaran yang pokok-pokok( subject centered). Tetapi perenialisme lebih menekankan pada keabadian atau ketetapan atau kehikmatan ( perennial = konstan ) teori kehikmatan. Yaitu pengetahuan yang benar (truth), keindahan (beauty), dan kecintaan kepada kebaikan (goodness).oleh karena itu dinamakan perenialisme karena kurikulumnya berisi materiyang konstan atau perenial. Prinsip-prinsip pendidikannya antara lain :

~ Konsep pendidikan itu bersifat abadi, karena hakikat manusia tak pernah berubah.

~ Inti pendidikan haruslah mengembangkan keunikan manusia yaitu kemampuan berfikir.

~ Tujuan belajar ialah mengenalkan kebenaran abadi dan universal.

~ Pendidikan merupakan persiapan bagi hidup yang sebenarnya.

~ Kebenaran abadi diajarkan melalui pelajaran dasar (basic subjects) yang mencakup bahasa, matematika, logika, IPA dan sejarah.

Mazhab perenialisme memiliki penganut pada perguruan swasta di Indonesia, karena mengintegrasikan keberagaman agama dengan kebenaran ilmu. Karena kebenaran itu satu, maka harus adasatu sistem pendidikan yang berlaku umum dan terbuka kepada umum. Juga sebaiknya kurikulum bersifat wajib dan berlaku umum, yang harus mencakup bahasa, matematika, logika, ilmu pengetahuan alam, dan sejarah.

c. Pragmatisme dan Progresivisme

Manusia akan mengalami perkembangan apabila interaksi dengan lingkungan sekitarnya berdasarkan pemikiran. Sekolah adalah suatu lingkungan khusus yang merupakan sambungan dari lingkungan sosial yang lebih umum. Sekolah merupakan lembaga masyarakat yang bertugas memilih dan menyederhanakan unsur kebudayaan yang dibutuhkan oleh individu. Belajar harus dilakukan oleh siswa secara aktif dengan cara memecahkan masalah. Guru harus bertindak sebagai pembimbing atau fasilitator bagi siswa.

Progresivisme atau gerakan pendidikan progresif mengembangkan teori prndidikan yang berdasarkan diri pada beberapa prinsip, antara lain :

~ Anak harus bebas untuk berkembang secara wajar.

~ Pengalaman langsung merupakan cara terbaik untuk merangsang minat belajar.

~ Guru harus menjadi seorang peneliti dan pembimbing kegiatan belajar.

~ Sekolah progresif harus merupakan suatu laboratorium untuk melakukan reformasi pedagohis dan eksperimentasi.

Dengan belajar anak bertumbuh dan berkembang secara utuh. Karena itu, sekolah tidak mengajar anak, melainkan melaksanakan pendidikan. Pendidikan adalah untuk dapat hidup sepanjang hayat. Pendidikan bukan persiapan untuk hidup. Orang dapat belajar dari hidupnya, bahkan kehidupan itu adalah pendidikan

d. Rekonstruksionisme

Mazhab rekonstruksionisme adalah suatu kelanjutan yang logis dari cara berpikir progresif dalam pendidikan. Individu tidak hanya belajar tentang pengalaman-pengalaman kemasyarakatan masa kini di sekolah, tetapi haruslah mempelopori masyarakat ke arah masyarakat baru yang diinginkan. Dengan demikian, tidak setiap individu dan kelompok akan memecahkan masalah kemasyarakatan secara sendiri-sendiri sebagai ekses progresivisme.

Oleh karena itu, sekolah perlu mengembangkan ideologi kemasyarakatan yang demokratis. Keunikan mazhab ini ialah teorinya mengenai peranan guru, yakni sebagai pemimpin dalam metode proyek yang memberi perananan kepada murid cukup besar dalam proses pendidikan. Namun sebagai pemimpin penelitian, guru dituntut supaya menguasai sejumlah pengetahuan dan ilmu esensial demi pertumnuhan muridnya.


Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: